Hari kedua Vivianne dititipkan di rumah Edgar bertepatan dengan hari minggu dan tidak ada pekerjaan untuknya. Setelah bangun dan sarapan, Vivianne kembali duduk di sofa dan menonton kartun. Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi, tapi raut wajah Vivianne terlihat tidak senang sama sekali. “Apa kamu bosan Vivi?” tanya Edgar yang datang dengan secangkir kopi. Vivianne mengangguk. “Iya, Paman.” “Mau main keluar?” tawar Edgar dengan senyuman lebar. Wajah Vivianne yang semulanya muram kini tampak bersinar. “Mauu!” “Baiklah, ayo kita pergi!” seru Edgar sembari mengulurkan tangannya. Vivianne menerima uluran tangan Edgar dan beranjak dari sofa. Tangan anak itu terangkat ke atas. “Gendong.” Edgar segera meraih tubuh kecil Vivianne yang sama sekali tidak berat. Pria itu meraih kunci mobil

