"Lepas!" ucap Sasya seraya mendorong d**a bidang pria itu. Gadis itu terus membrontak. Tapi semakin ia berontak, semakin kuat Jimmy mencium dan mendekapnya. Pria sialan emang! Sasya kalah, ia terlena dengan sentuhan pria tua ini. Hingga akhirnya ia mengalah, membiarkan Jimmy mencium dan menyentuh area sensitifnya. Tenang. Rasanya Sasya baru saja menikmati waktunya. "Maafkan aku!" bisik Jimmy selanjutnyan. Seperkian detik Sasya masih belum sadar, terlena dan mengangguk mengiyakan. Namun, panggilan padanya selanjutnya padanya menyadarkan. "Sasya, ayah di mana?" kata Kyara lirih. Sasya segera sadar, mendorong Jimmy kemudian lari menghampiri kakaknya. "Kakak! Kakak udah sembuh kak? Syukurlah!" "Di mana ayah, Sya?" Sasya terdiam, apa kakaknya ini lupa? Tapi ia tak kuasa jika harus m

