Bab 42. Mengadili

1148 Kata

"Jimmy..." Mata Kyara sudah mengalir deras. Bagaimana bisa mantan suaminya itu bisa berlaku sekejam itu? Padahal ayah sudah menjelaskan ia hanya di perintahkan dan itupun di tolak. Pertengkaran mereka saja yang membuat kecelakaan itu akhirnya terjadi juga. Lewat tatapan matanya Jimmy menatap Kyara tenang. Seolah berkata. 'Tenang, Nona. Semuanya akan baik-baik saja' Sama halnya seperti Sasya, gadis cantk dengan rambut sepundak itu memeluk kakaknya sayang. Karena ia juga tidak akan diam mendengar hal itu. "Baik, Tuan," jawab Jimmy membuat kakak beradik itu menatapnya tajam. Seolah bertanya, 'Kamu mengiyakannya?' Jimmy menghembuskan nafas kasar, tidak ada jawaban apapun yang tepat selain kata itu untuk saat ini. Karena jika ia menjelaskan atau bernego sekarang, itu tidak akan berguna

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN