TUJUH PULUH ENAM

1587 Kata

Baru saja dia tiba di rumah bersama dengan Damian. Kencan berdua, menitipkan anak-anak pada orang tuanya. Ya sebentar lagi mereka berdua akan menikah, ketika tadi diajak ke apartemen, Damian sempat memintanya untuk bertanya apa alasan pernikahan mereka dipercepat sampai diminta untuk segera melaksanakan pernikahan itu. Keduanya sekarang berada di ruang tamu, ya bisa dilihat juga cara bercanda mereka. Keduanya terlihat sangat biasa saja, saling merangkul dan sebagainya. Tatapan mata mamanya Fiona sudah curiga sejak awal dengan hubungan keduanya yang bukan hanya sebagai sepasang kekasih. “Fio, buatin minuman untuk Damian sana!” Perempuan itu menoleh ke arah mamanya, dia mengangguk. Ketika Fiona menyeka rambutnya, terlihat ada sedikit tanda merah yang di leher Fiona. “Mereka mulai lagi.” U

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN