Tiga Puluh

2320 Kata

Senin (23.58), 19 April 2021 --------------------- “Dingin?” tanya Fachmi sambil mengeratkan pelukan di tubuh Carissa seraya membetulkan selimut yang menutupi mereka berdua. Kini keduanya tengah berbaring di teras balkon hanya beralaskan selimut tebal dan dua bantal. Hanya satu  bantal di belakang kepala Fachmi yang digunakan sementara Carissa menggunakan lengan dan bahu Fachmi sebagai bantal. “Tidak, ini nyaman. Mengingatkanku pada malam pertama kita.” Carissa menyeringai saat menatap wajah sang suami di bawah cahaya bulan dan bintang-bintang. Fachmi menunduk membalas tatapan Carissa. Bibirnya menahan senyum geli mengingat kenangan itu. “Bedanya kau lebih tenang sekarang. Tidak berteriak seperti waktu itu, seolah Mas akan menerkammu sewaktu-waktu.” “Kalau sekarang, diterkam juga tid

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN