Part 20 : Keluh Kesah dan Sakit Hati

1009 Kata

“Abang sudah bikin appointment sama dokter kenalan abang di Singapura, jangan lupa kosongkan jadwal kamu ya.” Ellia mengangguk tak acuh, jemarinya masih sibuk menari diatas selembar kertas menggambar desain sebuah gaun minimalis yang diminta oleh temannya. Cakra menghela nafasnya jengah, lelaki itu menarik paksa pensil yang ada digenggaman Ellia. Ellia hendak protes, namun hal itu ia urungkan kala melihat tatapan tajam Cakra. “Kamu nggak lupa kan? Kita sudah diskusikan ini sebelumnya.” Tanya Cakra dengan datar. “Enggak kok, bayi tabung kan? Iya-iya. Kan El udah bilang kalau El mau. Kenapa harus ribut gini sih?” cerocos Ellia tak terima. Cakra mengusap wajahnya frustasi, empat tahun ini ia benar-benar kehilangan Ellia-nya. Karma kah? Ellia menjadi sosok yang benar-benar berbeda, wani

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN