Cantika tidak melanjutkan langkahnya, ia duduk di kursi lain yang masih bisa melihat jelas keberadaan Ara dan Edgar yang masih bercakap-cakap dengan seru, Cantika suka melihat expresi Ara yang berbinar dan sering tersenyum saat bercakap-cakap dengan Edgar, tapi ia penasaran apakah Ara menyadari jika ia menyukai mantan bosnya itu? ataukah tidak karena memang Ara tidak pernah mau dekat dengan pria manapun juga sejak SMP. Tapi ia ragu apakah suaminya dan kakak iparnya di Holland setuju jika Ara menjalin hubungan dengan pria yang berusia matang, ia kemudian tersenyum geli dan menggelengkan kepalanya, kenapa ia berfikir sejauh itu padahal Ara dan Edgar hanya bercakap-cakap saja disana. Jam menunjukkan jam 9 malam, dan ia harus mengajak Ara pulang, walau ia masih ingin melihat Ara dan wajah ber

