Alan mondar mandir di depan ruang operasi, sedangkan Ara dan Edgar duduk di bangku yang ada tak jauh dari Alan mondar mandir. "Baaang..... Kamu tenang, jangan panik," Ara berdiri dan mendekati Alan. "Siapa yang tidak panik Ra, tiba tiba Cantika kesakitan dan keluar cairan dari jalan lahirnya," ucap Alan cemas. "Itu normal bang, itu tanda ia akan melahirkan," jawab Ara. "Tapi kenapa harus caesar Ra?" "Bang Alan kan sudah dengar tadi kata dokter, pinggul Cantika sempit jadi baby kesulitan mencari jalan lahir, melahirkan normal atau caesar sama saja bang, yang penting ibu dan bayinya sehat dan selamat, ya kan?" "Aku takut Ra... Aku takut terjadi sesuatu pada Cantika." tampak rasa khawatir terlihat di wajah Alan. Ara memeluk Alan untuk menguatkan kakaknya itu. "Cantika akan baik

