Ara meraba bibirnya, wajahnya kembali merona saat mengingat kejadian semalam dimana Edgar mengecup bibirnya, walau hanya sekilas efeknya masih ia rasakan hingga sekarang, tubuhnya merinding mengingat hal itu. Itu adalah ciuman pertamanya dan Edgar yang melakukan itu, Ara masih senyum senyum sendiri saat Devana masuk dalam ruangannya dan melihatnya dengan pandangan heran. "Kenapa nih bocah senyum senyum sendiri?" Ucapan Devana menyadarkan Ara dari lamunannya. "Vana..! sejak kapan kamu disini?" "Cukup lama untuk tahu kamu senyum senyum seperti orang gila. Kenapa sih? dilamar pacar? tapi nggak ada cincin disini," ucap Devana memegang jari manis Ara. "Apaan sih Van, udah nggak usah ngeledekin aku. Ada apa?" "Dipanggil Komandan." "Aku?" "Iya...." "Oke." Ara berdiri dan keluar dari

