Tubuh Mila menggeliat dan dengan perlahan ia mencoba melepaskan diri dari pelukan Damar. "Mau kemana?" Tanya Damar dengan suara serak khas bangun tidur. Lelaki itu tidak membiarkan Mila pergi begitu saja, ia kembali memeluk Mila dengan erat. "Aku harus bangun, sudah jam enam pagi." Mila kembali melepas pelukan Damar, yang melingkar sempurna di pinggangnya. "Masih pagi, nanti saja." Damar tidak mau kalah. Ia tetap memeluk Mila, meski wanita itu mulai berontak. "Kalau dirumah aku mau bangun sampai siang, tapi di rumah mertua, aku gak bisa. Malu kalau sampai aku terlambat bangun." Damar yang semula terpejam, kini membuka kedua matanya. Ia pun baru sadar, kalau saat ini ia tengah berada di rumah orang tuanya. "Aku lupa," akhirnya Damar melepas pelukannya. "Ayo, kita bangun sama-sam

