Bab 41

1300 Kata

Damar tidak bisa berlama-lama berada di rumah Lina. Hanya lima belas menit saja. Setelah itu Damar pamit pulang. "Sepertinya dia masih sangat peduli sama kamu." Ucap Adit yang membuat Lina langsung menoleh. "Hanya pas Ibu meninggal aja." Balasnya. "Dia juga masih suka kamu kayaknya." Kali ini Lina tidak langsung menjawab. Ia mengerutkan kening menatap penuh tanya ke arah Adit. "Mas Adit tau darimana?" Tanya Lina. "Cara dia natap kamu udah kelihatan banget, kalau dia masih suka." "Sok tau." Lina tersenyum samar. "Kalau masih suka kenapa dulu dia menceraikanku. Gak masuk akal banget." Lanjutnya. Adit tidak lagi membahas perihal sosok Damar. Menceritakan bagaimana lelaki itu menatap Lina membuat Adit kesal. Apalagi keduanya pernah membicarakan perihal mantan istri Damar yang te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN