Bab 45

1748 Kata

"Mas Adit gak perlu khawatir, aku dan Lista bisa jaga Bapak. Mas Adit fokus ke urusannya aja dulu." Ucap Lina melalui sambungan telepon. "Iya. Tapi Mas Adit tetep aja ngerasa khawatir. Mas akan segera pulang dan langsung ke rumah sakit, ya. "Iya. Hati-hati di jalan. Jangan ngebut." Ucap Lina sebelum memutus panggilan. Sementara Damar masih memperhatikan Lina dan mengikuti kemanapun Lina pergi. Termasuk ke luar ruangan untuk menerima panggilan dari Adit. Kali ini Bapak sudah mendapat perawatan lebih lanjut dan berpindah dari ruang UGD ke kamar inap. Semua berkat bantuan Damar. Lina harus berterima kasih nanti, karena pertolongan Damar. Tapi Lina tidak pernah memaksa atau meminta mantan suaminya itu tetap ada di dekatnya. Lina ingin Damar segera pulang, tapi bingung bagaimana cara me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN