Part 72. Our Home

1806 Kata

Pantang menyerah dan keras kepala itu tidak sama—Malaka Hutama-- Bagi Alka, mendengar pengasuh anaknya mengatakan akan pergi ke mangga dua bersama Naya—seperti satu kesempatan—yang lagi-lagi Tuhan berikan untuknya. Ia bisa memiliki waktu lebih bersama Naya, dan juga Naka. Maka, Alka tidak akan menyia-nyiakan kesempatan yang ada di depan mata. Sesuai dengan kesepakatan, Alka sudah berdiri di depan pintu kamar tempat Naya menginap lima belas menit sebelumnya. Senyum pria itu merekah ketika mendapati Naya yang membuka pintu untuknya. Sekalipun tidak ada sambutan wajah tersenyum dari wanita tersebut, Alka tidak sama sekali sakit hati. “Sudah siap?” tanya Alka dengan nada girang ketika pintu di belakangnya sudah kembali tertutup, dan pria itu melangkah beriringan dengan sang mantan—masuk. Na

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN