Part 74. Wrong Move

2013 Kata

Seringkali harapan tak seindah kenyataan. Tapi jangan pernah putus harapan, karena dengan memiliki harapan kita akan sanggup melangkah lebih jauh. Tatapan mata Naya beralih ke samping, mendongak. Di sana, di dinding itu tergantung satu potret besar—masih sama seperti saat terakhir ia datang ke rumah ini. Mata Alka melebar--saat menyadari ke mana arah tatapan Naya. Satu kesalahan lagi dia buat. Ia merutuki kebodohannya karena belum menyingkirkan foto itu. Foto pernikahannya dengan almarhum Evelyn. "Ini rumahnya," lirih Naya tanpa mengalihkan pandangan matanya dari dua wajah yang sedang tersenyum bahagia ke arah kamera. Si tampan Alka—mantan suaminya, dan cinta mati pria itu—Mama Mekka. "Dia sangat cantik. Tidak heran kamu sangat mencintainya. Kalian terlihat sangat serasi." Naya menggele

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN