Marsha kembali ke Jakarta lebih awal dari Kalandra. Dari Markas Besar, Gabriel mengantarnya langsung ke Ocean Lily Café, menyelipkan beberapa berkas dan catatan lapangan tentang kerusakan laut lain dengan lokasi-lokasi yang jelas, data yang rapi, dan tentu saja bukan karena kesalahan TNI AL. “Bapak yang menyuruh saya menyiapkan semua ini, Mbak. Bisa jadi bahan untuk artikel Mbak. Nanti kalau Mbak butuh ke Lokasi langsung, bisa menghubungi saya. Ini kartu nama saya.” Begitu katanya. Sore menuruni jendela-jendela café dengan cahaya keemasan yang lembut. Di lantai atas, Marsha duduk sendiri di meja kerjanya, menyunting artikel dengan fokus yang sengaja dipaksa. Ia menajamkan paragraf tentang sampah plastik yang menumpuk di teluk-teluk kecil, tentang jangkar kapal wisata yang merobek karang

