Revan melepaskan pelukan amma, dan adiknya. Ia beringsut mendekati tubuh abbanya. Revan memejamkan mata, ia menarik napas dalam, lalu napas dihembuskan perlahan. Dengan tangan gemetar, dan d**a bergetar, dibuka perlahan kain yang menutupi wajah abbanya. Revan tak bisa menahan air mata, meski isak bisa ditahan. Air mata meleleh di pipinya, melihat wajah abbanya. Wajah yang terlihat tenang, ada senyum tipis di bibirnya. Wajah Revan tertunduk dalam. Bahunya bergetar. Asila mendekat, diusap lembut bahu suaminya. Kepala Revan mengangguk-angguk, diusap kedua matanya. Didongakkan wajahnya. Diusap wajah dengan kedua telapak tangannya. "Aku ikhlas ...." Lirih suara Revan, kepalanya menoleh pada Asila, jemari mereka saling menggenggam. "Aku ikhlas." Kepala Revan kembali mengangguk-angguk, men

