PART. 48

778 Kata

Andri, dan Vanda sudah mandi, setelah satu ronde di atas sofa, lanjut satu ronde di dalam kamar mandi. Ardan tidak terbangun, ia masih tertidur lelap di dalam boks bayinya. Vanda duduk di depan cermin, ia menyisir rambutnya. Sedang Andri merapikan tempat tidur, sebelum kembali mereka tiduri. Vanda berdiri dari duduknya, ditatap Andri yang masih merapikan tempat tidur. Vanda bersyukur, Andri tidak pernah protes soal apapun, selain memintanya untuk menghilangkan rasa rendah diri yang kerap masih datang dalam dirinya. "Ada apa?" Andri berdiri di hadapan Vanda, Vanda mendongakan wajahnya. Mata Vanda tampak berkaca-kaca. "Ada apa, Vandaku Sayang?" Andri menangkup wajah Vanda dengan kedua telapak tangannya. Vanda memegang kedua lengan Andri. "Terima kasih," ucap Vanda lirih. Andri tertaw

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN