PART. 46

735 Kata

Tiba di rumah sakit, Vanda langsung dibawa ke ruang bersalin. Andri yang menemani. Revano, dan Asma menunggu di luar. Asma menelpon Asifa, memberitahu kalau mereka di rumah sakit, karena Vanda akan melahirkan. Revano menggenggam jemari istrinya, dingin namun berkeringat. Asma menyandarkan kepala dibahu suaminya. Tangan Revano yang lain memeluk bahu Asma. "Berdoa, Sayang." "Pasti, Ombang." "Revan tidak kamu telpon?" "Nanti saja. Kalau persalinan sudah selesai." Tidak ada lagi pembicaraan di antara mereka berdua. Hanya doa yang terus mereka panjatkan di dalam hati, demi kelancaran persalinan, dan keselamatan putri serta cucu mereka. Di dalam ruang bersalin, Vanda sedang berjuang untuk melahirkan putra pertamanya. Andri menemani bersamanya. Meski perasaan tegang, dan cemas, juga rasa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN