Aya semakin kesal pada Al. "Sudahlah, susah bicara dengan orang seperti dia." Aya bangkit dari duduknya. Ia mendekati ranjang. "Ini Nini bawakan sarapan untuk kalian berdua, juga untuk Ami. Sebaiknya kalian sarapan dulu." Asila mengambil goodie bag berisi rantang susun yang sebelumnya ia letakkan di samping sofa. "Sarapan dulu, Aya. Nanti kalian bicara lagi. Bicaranya jangan pakai emosi." Asila meletakkan rantang di atas meja. "Jangan ulangi lagi perbuatan seperti tadi, Al. Kalau kamu menyentuh Aya seperti tadi lagi, kamu harus siap, berhadapan dengan semua pria di keluarga Ramadhan!" ancam Revan, dengan tatapan tajam ke wajah Al. Al hanya diam, tapi menggerutu di dalam hati. 'Dasar keluarga kolot, hal kecil begitu saja dibuat ribut. Itu hanya ciuman, tidak akan ternoda seorang gadi

