EXTRA PART AYA 2. 46

938 Kata

Aya, dan Al duduk berdua di sofa kamar mereka. Kepala Aya bersandar di lengan Al. Televisi di depan mereka menyala. Rahmi sudah tidur di kamar ibu Al. Semenjak tahu akan punya adik, Rahmi tidak pernah rewel lagi. "Besok, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu," ucap Al tiba-tiba. "Apa?" Aya menengadahkan kepala. "Rahasia, ini kejutan untuk Nyonya Aya Alfarizi tercinta, dari suaminya yang semakin bucin saja." Al menarik puncak hidung Aya. "Beritahu, Abang ...." rayu Aya dengan nada manja. "Kejutan itu harus disimpan, Sayang." Al mengikuti nada bicara Aya. Aya tertawa mendengarnya. "Lucu, gemes deh!" Aya mencubit pipi kanan Al. Al seringkali melakukan hal itu padanya. "Aku juga gemes!" Al mencubit kedua pipi Aya. "Ayo, beritahu aku, Om Bucin," bujuk Aya lagi. Al kali ini yang tertawa l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN