EXTRA PART AYA. 4

714 Kata

"Assalamualaikum, Ardan," sapa Aya. "Walaikum salam, saking terpesona oleh chemistry Kak Aya, dan Paman Aman, jadi lupa salam." Ardan mencium punggung tangan Aya, dan Aman. "Kapan datang dari Jakarta?" "Baru saja, ini ada oleh-oleh." Ardan meletakan bawaannya di kursi kosong, lalu ia duduk di kursi lainnya. "Abang Adan, boleh minta lempengnya tidak?" Tanya Ardan pada Rahmi. "Boyeh." Kepala Rahmi mengangguk. "Mau minum apa, Dan?" "Es sirop deh, Kak Aya." "Sebentar ya, Rahmi makannya sama Abah ya." "Ya, Kak Aya." "Bagaimana kabar keluarga di sana?" "Alhamdulillah, baik Paman. Kai, dan Nini mana? Paman Razzi, dan Acil Rara juga tidak kelihatan." "Istirahat di kamar." "Aku kangen masakan Nini Sifa. Sudah makan dimana-mana, belum ada yang seenak masakan Nini Sifa." "Bang Revan p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN