Seminggu setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, akhirnya keadaan shera pun mulai membaik. Dia sudah bisa berjalan, meski masih tertatih dan sesekali meringis. Sandi Faisal setiap hari masih datang kesana menjenguknya. Muka keruh dan sikap tidak ramah Shera sama sekali tidak membuatnya sakit hati. Dia dengan sabarnya tetap gigih berusaha dekat dan mengambil hati cucunya. Tadinya Shera risih dan hendak mengusirnya pergi, tapi Liam memintanya untuk sedikit bersabar. Kesalahan Sandi Fasial dulu memang sulit untuk dimaafkan, tapi kegigihannya selama tiga puluh tahun lebih mencari keberadaan Yunita dan anaknya adalah bukti kalau dia tidak sejahat itu. Terlebih Sandi dan Tristan tidak terlibat dalam kejahatan Isma. “Kamu istirahat saja, Yang! Tidak usah ikutan ribet soal kerjaan!”

