Bab.102 Daren Kena Sidang

1825 Kata

Aksa marah, begitu kecewanya dia keponakan yang dirawat dari bayi justru asal disosor pria di depan banyak orang. Meski sudah mendengar penjelasan dari Liam kenapa mereka bertiga bisa berada di kafe, tetap saja itu bukan alasan yang membenarkan Nay berciuman disana. Terlebih pria kurang ajar ini bukan pacar keponakannya. Aksa menganggap itu sebagai pelecehan. Duduk berdampingan dengan Daren, Nay tampak gugup mendapat tatapan lekat dan disuguhi muka keruh omnya. Sedang Daren sendiri masih terlihat tenang. Mau diapakan juga terserah, toh dia sudah siap menanggung hukuman karena asal cium keponakan mereka. “Maaf Om, Nay tahu salah,” gumam Naya ciut nyalinya. “Bukan Nay, tapi saya yang mencium dia tanpa permisi. Kalau mau marah, marahi saja saya!” sahut Daren. Memang kenyataannya begitu, s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN