Sumpah! Liam menyesal menerima tawaran bantuan dari Daren. Sekarang dia baru sadar sudah masuk jebakan pria menyebalkan satu itu. Kalau saja dia tahu apa yang dimau Daren sebagai imbalan pertolongannya, pasti Liam menolak mentah-mentah bantuannya. Dia bahkan sudah puluhan kali mengatakan tidak, tapi Daren masih belum menyerah merecokinya. Terus mengekor di belakangnya sambil menggerutu mengungkit-ungkit bantuannya. Shera saja yang melihatnya sampai geleng kepala. Apalagi Liam ikutan uring-uringan, jadilah mereka berdua terus ribut seperti anak kecil yang sedang eyel-eyelan tidak ada yang mau mengalah. “Berhenti mengekor di belakangku, apalagi sambil terus menggerutu! Berisik tahu nggak!” dengus Liam yang barusan ke kamar mandi mengambil handuk basah. “Bilang iya dulu, aku pasti langsung

