Bab.95 Hancur Untuk Kesekian Kalinya

1831 Kata

Sadarnya Shera setelah tiga hari koma tentu saja disambut bahagia oleh mereka, terutama Ganesh yang paling syok atas insiden penembakan itu. Namun, seberapapun keras dia berusaha tersenyum, tetap tidak bisa menutupi wajah murungnya. Ibarat baru kembali dari perang melawan kematian, langsung disambut dengan hantaman cobaan yang tak kalah menyakitkan. Tidak pernah terpikir sedikitpun oleh Shera, kalau di balik ketegaran mamanya berjuang merawat dan membesarkan dirinya selama ini ternyata menyimpan cerita pahit. Dia juga wanita, jadi bisa membayangkan sehancur apa hidup mamanya ketika kehormatannya direnggut paksa, dan menoreh aib yang harus ditanggung seumur hidup. Sesakit apa perasaan mamanya ketika hamil, melahirkan dan merawat anak dari benih pria yang telah memperkosanya. Seumur hidup

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN