Daren sedang berpikir, bagaimana setelah ini dia akan lepas dari jerat bayang-bayang Nay. Niatnya mencari kesempatan, tapi malah makin jatuh ke pesona gadis lugu cucu keluarga Lin ini. Masalahnya Daren sangat tahu, jalannya untuk bisa mersih Nay tidak akan semudah itu. “Daren Bastian, pacarnya Nay!” ucapnya memperkenalkan diri sembari mengulurkan tangan menyalami Sean. “Sean Abrisam,” sahut Sean menyambut uluran tangan Daren. Dia menatap Nay yang tersenyum menunduk. Ada sakit yang terasa menyengat hatinya melihat Nay ternyata sudah jatuh ke pelukan pria lain. Apalagi dia sepertinya bahagia dengan laki-laki ini. Mereka kemudian duduk saling berhadapan. Percayalah, belum pernah Nay merasa secanggung ini sebelumnya. Nongkrong di kafe bersama dua cowok ganteng yang sudah pasti jadi pangeran

