"Gimana, Lang. Masih pusing?" Risma yang menghampiri sang menantu bertanya sembari membawa teh hangat di tangan. "Sedikit, Bun." "Ini teh hangat minum dulu. Semoga bisa meredakan pusing dan mualmu." "Terima kasih, Bun." Elang menegakkan punggung, meraih cangkir teh dari atas meja lalu menyesap sedikit demi sedikit karena teh tersebut sedikit panas. Risma yang melihat kondisi menantunya merasa kasihan. Itu sebab dikarenakan kondisi Kiran yang sedang hamil kedua, tapi justru Elang yang harus merasakan ngidam dan sejenisnya. "Istirahat saja dulu. Jika memang tidak enak badan, lebih baik tidak perlu bekerja. Daripada semakin parah sakitnya." Apa yang mertuanya katakan memang benar. Semenjak dia mengalami keanehan dalam tubuh disebabkan kehamilan istrinya, Elang kerap merasakan pening, mu
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


