"Vi-vitamin ibu hamil, Mbak? Penguat kandungan?" ulang Evelyn dengan nada suara yang tidak perlu dibuat-buat lagi, dia benar-benar syok. Apoteker itu mengangguk ramah, tidak menyadari badai yang baru saja dia sulut. "Iya, Mbak. Biasanya untuk trimester pertama memang keluhannya mual hebat, jadi dokter kasih obat mual juga. Pesan untuk saudaranya, jangan sampai telat minum vitaminnya ya, kasihan janinnya." Evelyn terdiam mematung. Pikirannya langsung melayang pada sosok Roby dan juga William. Dia bertanya-tanya di dalam hati, siapa kira-kira anak yang ada di dalam kandungan Conny. Damian yang sejak tadi berdiri di belakang Evelyn, tampak tak terkejut. Karena sebagai seorang pengusaha kafe dan restoran, dia sering melihat drama yang jauh lebih dahsyat daripada ini. Dia segera menyentuh p

