"Mohon maaf atas kelancangan saya, Pak Albert," potong Damian dengan suara tenang, meski di bawah sorot intimidasi Albert. "Saya mengerti kekhawatiran Bapak kepada Evelyn, tapi saya hanya melakukan apa yang seharusnya seorang pria lakukan kepada kekasihnya." Pipi Evelyn bersemu merah saat mendengar omongan Damian yang mengisyaratkan kepemilikan pria itu atas dirinya. Jantungnya bahkan berdetak kencang, dan saat itu juga dia menyadari jika telah mencintai Damian. Albert hanya mendengus kasar, merasa Damian menantangnya secara terang-terangan. "Kekasih? Dengan perbedaan umur kalian yang cukup jauh, Evelyn hanya akan menjadi mainan bagi pria sepertimu, Damian." Albert melangkah maju, memangkas jarak hingga dia bisa menatap langsung ke dalam manik mata Damian yang sedingin es. "Dia masih

