"Maaf Pak, saya permisi dulu, kebelet." Evelyn langsung membereskan semua barangnya secepat kilat. Jangan sampai Damian tahu jika tali bra laknat itu adalah miliknya. Damian awalnya bingung dengan perubahan sikap Evelyn yang mendadak itu, tapi kemudian menarik napas panjang saat mengetahui penyebab gadis itu bertingkah aneh. Akhirnya Damian hanya dapat menatap kepergian Evelyn, hingga punggung gadis itu tak lagi terlihat. Pria itu kembali memegang stylus pen-nya dan mulai menulis sesuatu. Namun suara ketiga pemuda yang ada di sebrang mejanya cukup mengganggu, meskipun mereka berbicara dengan suara pelan. "Udah sih, jangan dipegangin lagi. Lama-lama lo kelihatan punya fetish sama benda itu," ucap salah satu pemuda dengan nada jijik, dia bahkan tak sudi menyebut nama benda yang harus

