Diva ingin beranjak dari sana, tapi Abbas segera mencekal pergelangan tangan wanita itu sementara sebelah lagi meraih ponsel dan menempelkannya di telinga. "Hallo." "Ya, Aku sudah membayar semua tagihannya dan tidak perlu mengucapkan terima kasih," ujar pria itu datar. "Jangan menghubungi lagi jika tidak ada hal yang penting," tuturnya sebelum benar-benar menutup panggilan. Diva menatap pria duda yang kini menjadi penguasa hatinya itu dalam diam, apalagi saat Abbas kembali menyuapkan sesendok nasi ke dalam mulutnya dengan tenang. "Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya wanita itu saat Abbas sudah selesai dengan makanannya. Bukannya langsung menjawab. Pria itu malah menyandarkan tubuh ke sandaran sofa sembari memejamkan mata. Saat membuka mata, Abbas meminta Diva untuk mendekat kepadany

