Ada pepatah mengatakan bahwa musuh terbesar wanita adalah pikiran negatifnya sendiri. Hal itu dibenarkan oleh Diva karena sejak mendapat pesan dari Tere, ia tak bisa berhenti untuk berpikiran yang tidak-tidak bahkan sampai dirinya sendiri merasa bahwa ia memang butuh berbicara dengan mantan istri Ababs itu. Dan kini di sinilah dia, duduk di hadapan seorang wanita paruh baya yang berpenampilan sangat kusut dan juga pucat. Perempuan itu tak lain adalah Tere, mantan istri kedua Abbas yang memintanya untuk bertemu di rumah sakit. Kini mereka duduk di sebuah pohon rindang yang ada di taman rumah sakit di mana Namira dirawat. "Jadi kamu yang bernama Diva? Calon isteri Mas Abbas?" tanya wanita itu ketika membuka pembicaraan. Jujur saja Diva agak sedikit tidak suka dengan panggilan wanita itu

