Bianca duduk di sofa ruang tamu , ia mulai sering merasa kelelahan dan nafasnya sesak karena kehamilannya itu. Ia heran kenapa ia merasa ia akan melahirkan anak kembar padahal dokter kandungan yang memeriksanya tidak mengatakan apa apa, dokter kandungannya hanya mengatakan jika ia harus makan makanan yang bergizi lebih dari biasanya karena ia sedang hamil. Bianca mengelus perut besarnya dan ia merasakan bayi dalam perutnya bergerak, ia tersenyum dan mengelus sisi yang menonjol di perutnya. “kamu ingin segera bertemu mama dan papa ya sayang? Sabar ya nak, papa belum pulang, mama mau papa mendampingi saat kamu melihat dunia ini,” ucap Bianca. “ada yang menyebut nama papa?” Bianca menoleh dan tersenyum lebar saat melihat Zayn berjalan mendekatinya.