Beby mendengar langkah cepat menuju ke arahnya. Ia yakin itu langkah kaki si pemburu. Baru tiga langkah bergeser, ia melihat pria itu muncul di sisinya. "Aaaaaaa….." jerit Beby melihat muka pria yang kini sudah ada di hadapannya. Plak! Ranting kayu yang baru saja ia sambar, ia ayunkan ke wajah pria itu dan mengenai salah satu mata pria itu. "Arrgkh..." Pria itu mengerang kesakitan sambil memegangi sebelah matanya. Tubuhnya terhuyung. Detik berikutnya, Beby melangkah menjauhi pria itu, menghindar sebisa mungkin. Langkahnya tertatih menahan rasa sakit di perutnya. Ia benar-benar tidak bisa berlari. Ia mendengar erangan hebat pria yang kini mengejarnya dengan gerakan terlunta- lunta, sama tertatih seperti dirinya. Beby terus berlari meski langkahnya yang tertatih bisa dikatakan buka

