Berdua Saja

1303 Kata

Beby tidak mengucapkan kata ‘terima kasih’ seperti layaknya orang-orang yang sudah menerima bantuan dari orang lain. Lidahnya berat sekali untuk mengungkapkan kata itu kepada Roland. “Kakimu terluka?” Tanya Roland dengan nada datar. Tatapannya tetap teduh. “Tidak,” jawab Beby dingin, tanpa ingin memperlihatkan ekspresi manis.  Wajahnya masih ditekuk. “Kau tampak kesakitan.” “Jangan pedulikan aku.” “Akan berbahaya saat dibiarkan.” Roland jongkok di sisi Beby. “Lalu kau mau apa?” ketus Beby. Dih, muka Roland kini berada sangat dekat dengan wajahnya. Ia membenci posisi ini. Seharusnya ia menjauh dan kabur, tapi rasa sakit di kakinya membuatnya tidak bisa berbuat banyak kecuali pasrah. “Aku bisa mengatasi.” Roland menatap kaki Beby. “Tidaaaak!” jerit Beby saat melihat tangan Rol

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN