Di sisi lain, Roland menghampiri Stella yang berdiri di sisi bangunan kafe. Di taman mini yang tidak begitu terang akibat penerangan yang minim. Mereka berdiri tidak berhadapan, melainkan bersisian dengan tatapan sama-sama ke arah depan. Setelah menarik nafas, Roland yang berdiri di samping Stella akhirnya membuka suara, “Bukankah kau di LA? Lalu kenapa sudah ada di sini sekarang?” “Aku memiliki ruang yang lebar untuk bisa melangkah kemana pun aku mau. Apa lagi ke tempat seseorang yang aku cintai.” “Stella, kau sendiri yang berkomitman bukan?” “Aku tahu. Tapi perpisahan bukan alasan untukku harus melepaskan perasaanku. Ya, perasaan ini tidak berubah.” Suara Stella tercekat. Ini bau-bau ada drama. Perasaan Roland mulai cemas. “Apakah masih ada yang perlu kita bicarakan? Kau t

