Ketakutan Yang Hakiki

1141 Kata

“Ya, Ma. Aku pasti akan menikah. Beri aku waktu dua minggu. Aku akan menikah dengan pria pilihanku,” jawab Beby setelah mengarungi berbagai macam pikiran. “Sungguh?” lirih Viola yang tidak ingin putrinya merasa tertekan. Beby mengangguk. “Pergilah mandi dulu, setelah itu sarapan. Kalau sudah mandi, pasti tubuh segar dan berminat untuk makan. Jangan sampai perut kosong. Kau bisa sakit kalau tidak makan,” bujuk Viola. Beby tersenyum. Perhatian mamanya yang sekarang kerap mewarnai hidupnya membuatnya cukup merasa senang. “Ya, aku akan mandi nanti,” jawab Beby meski tidak beranjak dari tempat tidur. “Mama tinggal dulu.” Viola beranjak pergi. “Ma!” Kali ini Viola yang berhenti dan menoleh, menatap Beby. “Ya?” “Aku mau menikah dengan lelaki pilihan mama.” “Are you sure?” Viol

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN