an Unintentional Plan. … Ruangan keluarga., Cherry sudah memicingkan kedua matanya ke arah sang Daddy. “Kenapa Daddy lama sekali! Cherry sudah pusing menunggu sejak tadi! Benarkan, Grandma ?” Tanyanya melirik ke arah sang Grandma, Enaly. Mereka berdua hanya mengulum senyumannya saja. “Maafkan Mommy, Sayang … tadi Mommy lama sekali berdandan.” Ucapnya mendekati putrinya, mengecup keningnya. “Mommy tidak masalah. Tapi Daddy!” Ketusnya menatap tajam sang Daddy. Enardo mengendikkan kedua bahunya ke atas. Dia bersikap santai, dan mendekati putrinya yang sudah berada diantara tumpukan kado. “Daddy menunggu Mommy. Apa itu salah ?” Gumamnya lalu mengecup puncak kepala putrinya. Cherry sempat membelai rahang pria itu. keningnya berkernyit.