Bian Terkejut-3

653 Kata

Papanya Bian! Seragam pilot putih tanpa atribut masih melekat di tubuhnya, dipadu celana hitam. Rambutnya tersisir rapi dengan uban yang mulai menyembul, wajahnya berwibawa. Nadira pernah melihatnya di acara pertunangan Bian dan Clarissa dulu. Kini sosok itu nyata berdiri di depan pintunya. "Eh rame," Nadira mencoba berkomentar ringan, meski jantungnya berdegup kencang. "Sudah enakan, Nad?" tanya papanya sambil menghampiri ranjang lalu menciumi dahi anak gadisnyaa itu. "Lumayan, Pa … kata dokter kalau nggak mual atau muntah lagi, mungkin besok boleh pulang," jelas Nadira pelan. Mamanya, dan kakak - kakaknya juga menghampirinya dan memeluknya. "Hari ini masih mual sama muntah?" suara mamanya penuh cemas. "Sudah nggak muntah, tapi masih mual sedikit." "Kamu makan apa, Nad?" seloroh A

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN