Jackson dan Isyana bangun lebih awal. Keduanya kini berdiri berdampingan di atas ranjang. Melihat dua manusia yang tidur saling berpelukan dihadapan keduanya. Sudah satu jam berlalu dan kemungkinan para orang dewasa membuka mata cukuplah kecil. “Om Mertua kenapa senyum-senyum begitu?” tanya Jackson. Ia terus memperhatikan ekspresi aneh wajah Arsa ketika tidur. “Isya nggak tahu.” Jackson menghembuskan nafas. Selama mengenal Isyana gadis itu memang tidak pernah tahu apapun. “Oke.. Nggak apa. Nanti Jack cari tahu buat Isya.” ujarnya memilih jalan terbaik yang mampu ia berikan pada si serba tidak tahu. “Makasih Jacky..” Jackson mengangguk-anggukan kepala. Seperti kata sang daddy ia harus menghadapi semuanya. Badai, halilintar bahkan raungan harimau- Jackson harus melewatinya. “Om mertua

