BAB 93

1667 Kata

Pagi di pertengahan tahun menyambut halaman rumah utama keluarga Danendra dengan pendar sinar matahari yang amat hangat dan lembut. Angin sepoi-sepoi berembus tenang, membelai dedaunan hijau di area taman belakang dan menerbangkan beberapa helai daun kering secara perlahan. Atmosfer tempat ini kini terasa amat lapang. Tidak ada lagi suasana terburu-buru, tidak ada lagi kejar-kejaran waktu dengan jadwal rapat dadakan, juga tak ada lagi dering telepon genggam darurat yang memicu kecemasan terkait fluktuasi tajam bursa saham. Bayang-bayang teror yang dulu sempat mengurung kehidupan mereka kini telah meluruh tanpa sisa. Di atas teras belakang berlantai kayu jati yang hangat, Elara duduk bersandar santai di kursi malas. Di pangkuannya, Rhea—putranya yang makin tumbuh menggemaskan—duduk riang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN