BAB 95

1549 Kata

Beberapa tahun kemudian ... Sore di pertengahan musim kemarau menyapu lembut halaman luas kediaman utama Danendra. Pendar sinar matahari jingga keemasan yang hangat membias indah di atas rumput taman yang basah disiram air. Angin sepoi-sepoi berembus membawa wangi melati yang sedang mekar, berpadu dengan aroma tanah basah yang segar. Suara gelak tawa renyah anak-anak membumbung tinggi melintasi area taman belakang, menggantikan keheningan dingin yang belasan tahun lalu sempat mengurung tempat ini dalam ketakutan. Di atas hamparan rumput hijau yang terawat rapi, seorang anak perempuan berusia enam tahun berlari-lari kecil dengan tawa yang tak hentinya terlepas. Ia sibuk mengendalikan seutas benang untuk menerbangkan layang-layang kertas berlukiskan naga merah. Gaun katun putihnya melambai

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN