Bab 19. Kontrak Di Atas Tubuh

1160 Kata

Bau kopi hitam dan karpet mahal menyergap indra penciuman Bella begitu pintu lift privat terbuka. Gedung ini tak pernah berubah. Dingin. Berkilau. Dan menuntut. Amerika menyambutnya bukan dengan pelukan, melainkan dengan deadline. Langkah kakinya masih terasa tidak stabil, sebagian karena jet lag, sebagian karena beban yang belum sempat ia selesaikan dari Jakarta. Namun, begitu pintu kantor Mr. Anderson terbuka, semua itu langsung terkunci rapat di dalam dirinya. “Finally.” Suara pria paruh baya itu terdengar puas. Senyum lebar merekah di wajahnya saat melihat Bella berdiri di ambang pintu. “You look … perfect.” Bella memaksakan senyum. “You said it was urgent.” “Because it is,” balas Anderson, bangkit dari kursinya. Ia berjalan mendekat, lalu menepuk bahu Bella seolah ia adalah invest

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN