Bab 63. Sebuah Rencana

1502 Kata

Happy reading. Indah menelan ludahnya ketika bertemu dengan wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu menatapnya dengan tatapan tajam. Bukan hanya itu saja, di sampingnya juga ada seorang pria yang bisa Indah simpulkan kalau itu adalah Ayahnya Angga dan wanita itu adalah ibunya. "Kenapa gue berasa di sebuah lapas dan sedang di interogasi oleh sipir?" batin Indah. Melihat kedua orang tua Angga yang menatapnya seperti itu membuat Indah benar-benar gugup setengah mati. Lagian juga kenapa atasannya itu? Apa rasa gila gara-gara ditinggal kekasihnya atau mau menjadikan dia tameng. "Ngapain juga gue harus gugup, kan gue gak tau apa-apa, lagian gue juga bukan siapa-siapanya pak Angga," lagi, Indah hanya bisa membatin. Angga mengajak Indah duduk sambil tersenyum lebar. "Ma, Pa, Angga ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN