Fifty Five

1208 Kata

Aldric dan Kanaya berjalan bergandengan tangan menyusuri lorong hotel di lantai 12. “kamu di kamar nomor berapa?” tanya Aldric. “1207,” jawab Kanaya. Aldric menghentikan langkahnya dan menatap Kanaya. “itu kan sebelah kamar aku.” “iya aku tahu, kak Alendra dan kak Rico juga tahu makanya mereka booked kamar sebelah kamar kamu.” Aldric kembali berjalan bersama Kanaya dan berhenti di depan kamar nomor 1207. “tidur yang nyenyak, mimpikan aku,” ucap Aldric tersenyum. “kita lihat saja nanti,” jawab Kanaya. “hei… kamu akan memimpikan siapa kalau bukan aku sayang?"  “aku kan tidak bisa setting mau mimpi apa Al.” Kanaya memasukkan kunci akses dan membuka kamar 1207. “besok aku jemput jam 9.” “kita kemana? Pulang?” tanya Kanaya. “ck kenapa pulang pagi sekali, privat jet ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN