“what?! Mama kamu?” “kenapa reaksimu seperti itu Kay? Tentu saja kamu harus berkenalan dengan calon mertua kamu kan?” “ck… calon mertua apa, aku belum menjawab lamaran kamu, kamu main kenalin aku ke mama kamu,” gerutu Kanaya. “memangnya kenapa, tidak akan diminta segera menikah. Kamu aja belum mengiyakan.” “masalahnya aku belum siap bertemu mama kamu Al,” jawab Kanaya menghempaskan punggungnya di sofa, Aldric juga ikut bersandar. “hanya perkenalan Kay.” Aldric menoleh pada Kanaya, kepala mereka tak terlalu jauh hanya berjarak 30 cm. “aku takut Al,” jawab Kanaya kemudian. “apa yang kamu takutkan sayang?” Aldric menegakkan badannya dan menghadap kepada Kanaya. Kanaya mengendikkan bahunya, ia juga tidak tahu apa yang ia takutkan saat Aldric mengajaknya menemui mamanya. Ia taku

