“halo Kay…” Kanaya mendelik saat melihat siapa yang ada didepannya. “kamu…!!” Kanaya menatap pria di depannya tak percaya, ia mengingat siapa pria di depannya itu, tapi ia heran kenapa pria itu menculiknya. “kamu pasti terkejut kan tiba tiba aku menculik kamu.” Kanaya diam tak menjawab masih menatap tak percaya pada pria yang menculiknya itu. “kamu mengenal aku kan? Atau mungkin tahu tapi tidak memperdulikan keberadaanku?” tanya pria itu kemudian menarik kursi dan duduk di depan Kanaya yang masih dalam keadaan terikat. “kamu… Satria…?” “ternyata kamu tahu namaku? Aku pikir hanya ada Aldric dimata kamu Kay yang lebih segala galanya dan ternyata dia adalah putra pak Enrico, beruntung sekali kamu calon nyonya Aldric.” “kenapa kamu menculik aku Sat?” tanya Kanaya bungung kena

