eighteen

1247 Kata

Lima belas menit kemudian bel pintu apartemen mereka berbunyi, Kanaya segera berjalan keluar dari ruang makan dan membuka pintu, dihadapannya berdiri Aldi dan Aldric.           Mereka sudah duduk mengelilingi meja makan, Aldric dan Aldi menatap meja yang penuh Chinese food. “kalian beli makanan sebanyak ini?” tanya Aldric.                 “sebenarnya aku mau bertanya sama kamu Al, kamu memberitahu Chen dimana unit apartemen ini?” tanya Kanaya, Aldric berfikir sejenak, “iya memang dia tadi menghubungi aku dimana aku dan kamu tinggal, kenapa?”            “makanan ini dia yang kirim Al, aku bingung kenapa dia mengirimkan makanan ini padaku,”           “dia yang mengirimkan makanan ini? Aneh sekali.”         “sudahlah kita makan saja dulu, sampaikan terima kasihku padanya,” ucap Kan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN