Kanaya menggeliat tapi gerakannya terbatas karena tangan Aldric yang melingkar di perutnya, awalnya Kanaya terkejut mendapati dirinya tidur seranjang bersama Aldric tapi kemudian ia tertawa kecil karena baru ingat jika ia dan Aldric sudah resmi menikah. Kanaya bergerak hingga ia berhadapan dengan Aldric yang masih tertidur lelap, tampak kelelahan juga terlihat di wajah tegas Aldric. Kelelahan yang sama seperti yang ia rasakan, ribuan tamu yang datang menandakan jika pernikahannya mendapatkan doa dari ribuan orang dan ia juga berharap pernikahannya langgeng bersama Aldric. Tangan Kanaya bergerak membelai wajah Aldric yang kokoh, tangannya menyusuri wajah Aldric dari dahi lalu bergerak ke pipi dan rahang Aldric. Aldric bergerak dan membukanya matanya dan pertama yang dilihatnya adalah wa

