58. Keputusan

1403 Kata

Rex membuka pintu ruang rawat mamanya dengan lesu. Rasanya otaknya mau meledak karena memikirkan yang bukan kapasitasnya. Pikirannya sudah tersita sama lounching produk baru, kemudian tentang pernyataan Andrea. Rex ingin mempercayainya, tapi rasanya sangat sulit. “Ma, mama sudah sadar?” tanya Rex saat melihat mamanya duduk bersandar di kepala ranjang sembari disuapi papanya. “Rex, sini nak!” panggil Keyara. Rex mendekati mamanya, mencium punggung tangan mamanya dengan hormat. “Maafin Rex, Ma. Gara-gara Rex mama jadi drop begini,” ucap Rex yang masih merasa bersalah. “Kamu gak salah, Sayang. Kamu sudah makan atau belum?” tanya Keyara dengan lembut. Pertanyaan mamanya malah membuat Rex makin merasa bersalah. Mamanya selalu memikirkan anaknya, tapi lupa memikirkan diri sendiri. “Suda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN